Apakah itu “Empati” ?

pinit fg en rect gray 28 Apakah itu Empati ?

Pernahkah anda belajar mengenai Empati ? Mungkin anda bertanya – tanya apakah itu Empati ? Well …saya mengangkat topik ini untuk memperjelas, mempermudah dan untuk dimengerti lebih lanjut. Karena menurut saya pribadi merasa sangat perlu untuk di bahas dan disimak. Walaupun cuman satu kata, makna yang terkandung dan fungsinya sangat besar di kehidupan kita sehari – hari.

Pertama saya merasa bingung, apakah Empati itu ? Pertanyaan yang dilontarkan ke saya dari seseorang yang berumur 64 tahun.  Beliau merupakan teman ayah saya yang sekarang ini menginjak masa pensiun tetapi masih tetap bekerja. Pekerjaan apakah itu ? Yupe … seorang kapten kapal.  Beliau memberikan homework ke saya untuk memperdalam tentang “Empati” agar bisa belajar  ke tingkat berikutnya, posisi saat itu saya sedang bertukar pikiran tentang pengalaman hidup. Karena beliau sudah merasakan masa muda dan masa tua, sedangkan saya sendiri masih menjalani masa muda. Saya sendiri terus terang masih merasa bingung waktu itu, akhirnya saya telusuri lewat om Google . Oke,  mari kita simak bersama – sama dibawah ini.

Empati adalah pondasi dari semua interaksi hubungan antar manusia. Mampu merasakan kondisi emosional orang lain, maka kita bisa membina relationship yang akrab dengan orang lain. Bisa diumpamakan sebagai berikut,  hari ini … anda sedang bekerja dan kemudian karena ada sesuatu hal yang menganggu aktifitas kerja hingga akhirnya mengalami penurunan aktifitas hingga akhirnya terjadi konflik dengan rekan kerja hingga dengan pimpinan disuatu perusahaan. Kemudian setelah pulang kerja, bertemu dengan teman anda dan anda diajak bareng untuk “hang out” bersama teman anda, namun teman anda merasakan anda sedang dalam kondisi gelisah, oleh karena itu teman anda mengontrol keinginannya untuk “hang out” bersama anda dan mengajak sharing tentang masalah anda.  Hal itu bisa dikatakan curhat atau sharing. Namun bila teman anda tidak ada rasa empati, maka raut muka anda menjadi tambah gelisah dan tidak tenang. Maka anda merasa tidak cocok dengan teman anda, sehingga membuat perasaan jengkel dan tidak senang. Dari contoh ini bisa ditebak, hal apa yang akan terjadi tidak ada rasa saling memahami seseorang atau orang lain.

Maka dari itu cara paling baik memahami orang lain adalah dengan mengembangkan empati dalam diri anda. Empati berbeda dengan simpati. Simpati itu berusaha memahami keadaan orang lain dengan persepsi anda, bagaimana perasaan anda ketika anda berada dalam situasi yang sedang saya hadapi. Empati lebih dalam daripada simpati, empati menuntut anda berusaha memahami keadaan orang dari sudut pandang orang tersebut. Seseorang yang memiliki sikap empati lebih mudah memotivasi orang lain.

Empati dibutuhkan untuk melahirkan rasa saling memahami. Karena itu, cara praktis meraih empati adalah dengan mendengarkan orang lain dengan hati. Anda tidak sekadar mendengar “apa” yang ia sampaikan tetapi mendengarkan “bagaimana” dia menyampaikannya. Perhatikanlah bahasa tubuh yang dia gunakan, itu lebih menggambarkan bagaimana perasaannya sebenarnya.

Setiap kasus masalah hidup yang ada sekarang ini beraneka ragam. Hendaknya dicermati terlebih dahulu bila ada permasalahan. Oh iya .. mengenai Empati ini ada titik kelemahan, dimana anda mengembangkan empati di diri anda, jangan sampai dimanfaatkan. Sering kali kejadian itu bisa berakibat kembali ke diri anda sendiri. Niat ingin ikhlas membantu malah kena getah pahit. Tapi itu semua tergantung anda dalam hal menyikapinya dan menyelesaikannya. Well …   Bukankah sangat menyenangkan bila ada orang yang memahami anda tanpa anda menjelaskan perihal keadaan sebenarnya anda ?

Related Posts