Cara Agar Bayi Tumbuh Sehat dan Cerdas

pinit fg en rect gray 28 Cara Agar Bayi Tumbuh Sehat dan Cerdas

Cara Agar Bayi Tumbuh Sehat dan Cerdas – Bayi yang sehat lahir dari benih yang sehat pula. Sel telur ibu dan spermatozoa ayah harus normal. Pemeriksaan genetika mungkin diperlukan bila masing-masing pihak ada kecurigaan membawa gen lemah (thalassemia, buta warna, sumbing, sakit jiwa).

Cara Agar Bayi Tumbuh Sehat dan Cerdas Cara Agar Bayi Tumbuh Sehat dan Cerdas

Untuk memiliki benih yang unggul perlu gizi yang baik dan benih yang unggul harus terbebas dari penyakit selama kehamilan (toxoplasmosis, campak jerman, cytomega (o virus dan herpes).

Hasil pembuahan yang unggul perlu dirawat. Untuk itu perlu tertib melakukan pemeriksaan kehamilan berkala, sehingga proses persalinan pun berlangsung lancar secara spontan. Hambatan pada salah satu yang disebut diatas, anak alih-alih menjadi cerdas, bertumbuh sehat saja pun belum tentu.

Anak sudah bertumbuh sejak pembuahan mula. agar optimal pertumbuhannya, gizi ibu perlu cukup. selain porsi makan dan minum ditambah, perlu ekstra vitamin-mineral juga. diluar unsur menu harian, musik berpengaruh pula pada perkembangan bayi (Mozart effect). Selain itu emosi ibu hamil perlu dijaga, jauhkan dari cedera batin dan perasaan negatif selama kehamilan. Lebih banyak menyaksikan hal-hal yang serba indah.

Dari ibu yang sehat, buah dikandungannya akan bertumbuh sehat. Agar nantinya anak lahir spontan normal, bayi tidak perlu terlalu besar. Berat lahir 3 kg dinilai memadai, agar mudah dilahirkan. Hambatan persalinan bisa mempengaruhi kecerdasan anak kelak. Misal, bila anak lama tertahan di dasar panggul ibu selama persalinan, kecerdasan anak akan berkurang. Maka, ibu perlu terampil melahirkan bayinya, tahu teknik mengejan, serta melakukan persiapan yang diperlukan sebelum bersalin.

Bayi yang sudah lahir normal, tanpa kelemahan, tanpa kecacatan, belum jaminan akan sehat dan cerdas dan seterusnya. Bayi lahir sehat bila Nila Apgar ( Apgar Score ) genap sepuluh. Itu dicapai bila bayi langsung menangis begitu lahir, kulit merah, pernapasan lancar. Namun bila Apgar rendah, mungkin tak penuh pertumbuhannya nantinya.

anak yang tak cukup protein sampai memasuki umur dua tahun, tidak penuh terisi gelas kecerdasaannya. Begitu pula mestinya sampai umur balita, bayi perlu dipenuhi kecukupan gizinya. Tidak terlambat memberi makanan padat, dan terpenuhi seluruh zat gizi yang dibutuhkannya.

Fisik bertumbuh harus dibarengi dengan mental yang berkembang. Konsep tumbuh-kembang menganut maksud yang seperti itu. Bertumbuh fisiknya, berkembang kecerdasannya.

Tumbuh normal, sehat pula jasmani rohaninya, belum cukup bila tidak diberi cukup stimuli. stimuli itu berupa kontak dengan orangtua. Kontak bisa berarti sentuhan, mengajaknya berbicara, bercerita, saling berinteraksi, lewat tatapan mata, dan kegiatan fungsi luhur otak lainnya. Belajar berbicara, bernyanyi, membaca.

Bentuk stimuli yang lain, tentu mendengar musik, melihat yang serba indah, mendengar dongeng, bergaul dengan teman sebaya, berani bertemu dengan orang asing dan melatih psikomotorik, selain bentuk kegiatan jasmani lainnnya.

Buku bacaan anak sudah diperkenalkan dengan buku sejak usia bayi, masih hanya sebagai bentuk belaka. Buku terbuat dari plastik, sekadar bisa melihat sampul, gambar, dan belajar membalik-balik halaman.

Kegiatan membaca, suka membaca juga diwarisi anak dari kebiasaan orangtua. Orang yang pembaca, melahirkan anak yang suka membaca juga. Membaca berarti memperkaya wawasan, selain ilmu kehidupan. Orang tua juga berkewajiban memberikan ilmu kehidupan (skill of life )

Bukan mainannya sendiri yang penting, terlebih bagaimana anak bermain. Bermain bagi anak juga sebuah pembelajaran. Sekarang tercipta teknik bermain ( mengajak anak bermain) yang khusus dirancang untk menajamkan kecerdasan anak (brain-game). Dari panduan itu setiap orang tua memberi peluang bagi anaknya untuk meraih kecerdasannya yang bisa terisi penuh.

Selain pendidikan dirumah, anak juga mendapat pendidikan disekolah. Tata krama sudah diinternalisasikan kepada anak setelah anak masuk sekolah. Memilih sekolah pertama yang tepat menentukan karakter anak kelak. Pendidikan awal disekolah menjadi fondasi jiwa anak, yang tak bisa ditebus di hari kemudian.

Kelak setelah bayi mulai bersekolah ada hal perlu diingat. Bahwa prestasi akademis saja beloum cukup untuk cerdas dan meraih sukses nantinya. Anak perlu pula melakukan kegiatan bermanfaat diluar bidang akademisnya. Belajar saja dan meraih nila prima belum tentu menjamin kesuksesan hidupnya kelak. Anak perlu bermasyarakat, pandai bergaul, memikirkan orang lain (thinks for others)

maka kegiatan berkemah, out-bound, live-in dan sejenis itu, sekarang digalakkan diluar kegiatan sekolah, sebab kurikulum kita tidak memberi itu semua bagi anak-anak.

Selain pandai, anak juga harus tahu banyak ihwal di luar pelajarannya. Kecerdasan sosial, kecerdasan emosi, kecerdasan musik, kecerdasan lainnya diperoleh anak bukan dari belajar sekolahnya. Ditangan orang tua peluang anak bertumbuh sehat dan cerdas akan terletak.

Semoga Tips Cara Agar Bayi Tumbuh Sehat dan Cerdas ini bermanfaat untuk anda. ^_^

Related Posts