Saling berbagi ilmu lewat coretan tangan
Kali ini saya mengunjungi pantai favorite semua turis di Bali, baik turis lokal maupun mancanegara.Tidak salah lagi adalah Pantai Kuta. Dibandingkan pantai yang lain di Bali, Pantai Kuta adalah yang paling ramai dikunjungi dan tujuan wisata para turis mancanegara. Pantai ini di bagian selatan kota Denpasar, kabupaten Badung dan dekat dengan Lapangan Udara I Gusti Ngurah Rai. Pertama kali ketika saya ke Pantai kuta ini, komentar saya cuman “Wow” … ramai banget … tidak bisa dipungkiri lagi bagi yang pertama kali mengunjungi tempat ini. Keinginan hasrat yang besar untuk mengetahui seluk beluk keindahan setiap sudut di pantai ini membuat semakin betah tinggal disini. Sudah ke 3 kali nya saya datang kesini dan masih membuat hasrat ingin kembali lagi menikmati suasana yang belum pernah saya rasakan.
[Baca Selengkapnya]
Anda bingung mencari lokasi tempat buat nongkrong di siang hari dengan fasilitas yang nyaman sembari anda mengurangi rasa penat. Datang aja di Pom bensin yang beralamat di jalan pramuka Jakarta dengan nama “Bright Cafe“.
Seperti kebanyakan pom bensin sekarang ini yang lagi giat – giatnya mempromosikan mempunyai konsep tempat yang santai, nyaman, ada layanan hotspot, tempat ngisi bensin, small cafe dan mini market.Untuk menu makanan dan minuman tidak ada yang spesial hanya saja suasana yang dicari. Cocok untuk suasana siang hari dan malam hari.
[Baca Selengkapnya]
Ini adalah tempat tour pantai di bali yang saya kunjungi, yakni Pantai Sanur. Waktu itu mendung tebal menyelimuti dan suasana yang begitu dingin menusuk tulang tidak membuat patah semangat untuk berjalan – jalan. Saat itu suasana masih sepi dan jarang ada yang duduk manis di pinggir pantai Sanur.Bisa jadi karena suasana yang mendung. Karena di tempat ini biasanya dijadikan para turis untuk berjemur dan menikmati sunrise ( matahari terbit ).
Kedatangan saya yang waktu itu 06.30 awan hitam yang pekat masih menempel diatas pantai Sanur ini. Kala itu langit masih menangis memberikan kesejukan dengan gerimis. Wagh …. kedatangan saya pada hari yang salah dan musim yang salah. Untung saja ketika saya datang suasana mendung semakin lama semakin hilang. Akan tetapi suasana sunrise terlambat di nikmati. Alhamdulillah, doa saya terkabul. Rencana manis pasti akan berkunjung akhir yang manis juga.
[Baca Selengkapnya]
Setelah berkunjung di Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, saya langsung menuju ke Pura Tanah Lot. Menurut informasi yang saya dapatkan dari berbagai media dan narasumber, tempat ini terdapat legenda sebuah kisah perjalanan pendeta dari Jawa Timur. Nanti akan saya ulas mengenai perjalanan ini.
Pura Tanah Lot terletak di desa Beraban yakni 13 Km sebelah barat Tabanan, dan selalu di jadikan sebagai objek wisata yang wajib di kunjungi. Sebenarnya tempat ini sebagai momentum paling bagus disaat Sunset. Satu lagi yang perlu di amati adalah keunikan lokasi pura yang berada di atas bukit batu besar pinggir laut. Pada saat air surut dan tingginya tidak lebih dari selutut, kita bisa menyeberang menuju tempat itu.
[Baca Selengkapnya]
Museum Renon atau bisa disebut Museum Perjuangan Rakyat Bali adalah tempat wisata pertama kali yang saya kunjungi ketika tiba di Bali. Monumen ini di dirikan pada tahun 1980 yakni dari ide Dr. Ida Bagus Mantra yang mana saat itu adalah Gubernur Bali. Ide itu di keluarkan tentang museum dan monumen untuk perjuangan rakyat Bali. Lalu pada tahun 1981 diadakan sayembara desain monumen di dimenangkan oleh Ida Bagus Yadnya, mahasiswa arsitektur Fakultas Teknik Universitas Udayana. Lalu pada tahun 1988 merupakan peletakan batu pertama dan baru selesai kurang lebih 13 tahun pembangunan monumen selesai. Tahun 2001, bangunan fisik monumen telah selesai. kemudian pengisian dan penataan lingkungan monumen dilakukan. Dan dibuka secara umum pada bulan Juni 2003 dilakukan oleh Presiden RI yakni Ibu Megawati Soekarnoputri.
[Baca Selengkapnya]