Loading...

Cara Membentuk Bayi Sehat Dan Cerdas

By Monday, June 24th, 2013 Kategori : Keluarga & Anak
Loading...

Cara Membentuk Bayi Sehat dan Cerdas – Bayi yang lahir normal, tanpa hambatan atau penyulit persalinan akan punya kesempatan untuk bertumbuh-kembang normal dan optimal. Selain pasokan gizinya cocok dan memadai, asuhan orangtua sama ikut menentukan bakal sehat tidaknya seorang anak kelak.

Tidak semua bayi lahir normal. Mungkin membawa kecacatan sejak lahir. Kecacatan, apapun bentuk dan wujudnya, tentu menghambat pertumbuhannya. Bisa jadi mengekang perkembangan jiwanya juga.

Maka kecurigaan akan adanya kecacatan perlu dikenali dan diwaspadai agar bisa langsung dikoreksi. Termasuk bila ada kecacatan yang tidak tampak dari luar, seperti bila ada cacat jantung bawan, kelainan saluran makanan, kelainan usus, gangguan metabolisme, kurang hormon gondok sejak lahir (congenital hypothyrodism). Mengenali segala jenis kecacatan lebih dini, masih memberi peluang untuk dilakukan koreksi sebelum terlanjur.

Anak normal tanpa cacat bisa juga terhambat perkembangannya jika kurang pasokan makan dan gizinya. Kurang pasokan makan bisa terjadi lantaran ibu kurang memahami gizi atau paham gizi tapi tak mampu membeli. Atau bisa jadi juga lantaran keduanya.

Kebutuhan protein dalam menu harian bukan saja menghambat pertumbuhan, melainkan perkembangan anak juga. Otak yang tidak terpenuhi kecukupan protein dari menu harian, tak ada kesempatan kedua setelah anak berumur lebih dari 2 tahun (Golden Age). kekurangan protein sejak lahir berpotensi bikin anak menjadi dungu.

Tumbuh-kembang anak juga terhambat bila jatuh sakit. Lebih sering sakit, lebih banyak hambatan tumbuh-kembangnya. salah satu cara ampuh agar tidak sakit, imunisasi harus ditaati sejak anak lahir. Selain itu perlu lengkap, harus tertib melakukan vasinasi ulang (booster) seperti yang dijadwalkan. Namun, imunisasi sendiri belum tentu menjamin anak pasti terbebas dari serangan penyakit yang dikebalkannya.

Anak lebih gampang sakit juga jika sistem kekebalan tubuhnya lemah. anak yang diberi cukup ASI rata-rata lebih kebal dibanding anak yang tidak diberi ASI. Kini ada susu formula yang sudah disuplemen dengan colostrum (sapi), sehingga kekebalan tubuh anak yang tak diberi ASI sudah bisa ditopang sejak awal. Kita tahu tidak semua ibu boleh memberikan ASI-nya lantaran alasan medik.

Penyakit TBC paling merongrong tumbuh-kembang anak. Selama terapi tak kurang dari 6 bulan, anak dengan TBC umumnya terhambat pertumbuhannya. Bisa jadi juga perkembangannya. Demikian pula anak dengan cacat jantung bawaan, kelainan ginjal dan sering batuk-pilek. Maka seberapa bisa, hendaknya dicegah.

Soal tidur jangan pula diabaikan. Bayi menghabiskan hari-harinya buat tidur. Tidur memacu tumbuh-kembang juga. Hormon pertumbuhan (h-GH) deras keluar dalam darah saat tidur siang. Maka tidur siang bagi proses tumbuh-kembang amatlah vital. Jadwal tidur maupun tidur siang mestinya tak boleh dikalahkan oleh alasan apapun.

Untuk merangsang otot dan pertumbuhan tulang-belulang, anak juga perlu bergerak badan. Sambil menebalkan otot dan membangun tulangnya, ketahanan fisiknya terbentuk juga. Dengan bergerak badan anak lebih terlatih keseimbangan fisiknya dalam berjalan maupun berlari. Keseimbangan mencegah anak tidak gampang terjatuh.

Anak yang sehat bagus setara makannya, lahap proses makannya dan besar mobilitas fisiknya. Anak juga selalu riang gembira selama bermain, bergaul dan berbicara. Tidurnya lelap, tidak gelisah dan laju peningkatan kecerdasannya sejalan dengan pertumbuhan umurnya.

Anak yang dibesarkan dengan rasa aman, tidak disikapi dengan kelewat protektif akan berkembang sehat. Anak yang diasuh dengan kekerasan, sikap otoriter dan tindakan kasar akan tumbuh menjadi anak yang tak percaya diri, cenderung agresif dan mungkin jadi nakal atau pembangkak kelak.

selain itu harus optimal tumbunya, perkembangan jiwa anak menjadi sempurna bila bagus pula proses sosialisasinya. Biarkan anak bergaul dengan lebih banyak teman sepantarannya. Bermain bersama, berkomunikasi dan berinteraksi antarseusia, bagian dari sehatnya kesehatan jiwa anak juga. Masuk sekolah lebih dini dimaksudkan untuk manfaat itu.

Sehat fisik-jiwa-sosial menjadi bekal kelak anak berpotensi mengisi gelas kecerdasannya sampai sepenuh yang dimilikinya. Untuk itu tidak boleh salah memilih sekolah pertama.

Pondasi perkembangan jiwa perlu dilanjutkan oleh didikan berdisiplin disekolah. Anak yang sudah ditanamkan berdisiplin sejak kecil, akan terbawa sampai ke ujung kariernya. sekolah juga menanamkan rasa iman (religiositas) selain moralitas.

Maka, kecerdasan yang anak miliki, kebiasaan berdisiplin, tahu rasa arah (dalam hidup), serta benar pula cara menempuhnya, merupakan kunci dari kesuksesan seorang. Anak “sehat total” itu anak yang mendapatkan bekal selengkap dan sesempurna itu. dan semua itu ada ditangan ayah-ibunya selain rangkulan dari sekolahnya.

Semoga Cara Membentuk Bayi Sehat dan Cerdas ini bermanfaat untuk anda bagi yang baru memiliki buah hati. Salam sehat !

Loading...
Cara Membentuk Bayi Sehat Dan Cerdas | Omdimas | 4.5