Loading...

Pentingnya Imunisasi Bagi Bayi

By Selasa, Juni 25th, 2013 Kategori : Keluarga & Anak

Pentingnya Imunisasi Bagi Bayi – Selama hamil, ibu mengirimkan seperangkat kekebalan ke dalam darah bayi yang dikandungnya. Namun kekebalan alami ini tidak berumur panjang. tanpa uluran tangan imunisasi, lewat umur 5 bulan, bayi rentan terinfeksi apa saja. Imunisasi memberi bukti kalau bayi bakal terlindung dari ancaman jatuh sakit, menghapus risiko kecacatan, atau bahkan terluput dari kematian.

Loading...

Setiap negara punya kebijakan program imunisasi yang tidak sama. dan itu tergantung kondisi pola penyakit yang berkembang di masing-masing negara. Awalnya Indonesia hanya memberi DPT, Polio, BCG. Pernah ada masanya vaksinasi TCD (typhus, Cholera, Dysentery), cacar (smallpox), chotypa (cholera, typhus, parotyphus) dan sekarang sudah dihapus. tambahannya kini vaksinasi campak (measles) dan hepatitis B. sedang HiB untuk radang otak, campak jerman (rubella), cacar air (chickenpox) dan beberapa lainnya tidak masuk program pemerintah. Di negera maju MMR (measles, mumps, rubella ) selain campak, gondong, dan campak jerman lazim diberikan.

Tidak semua penyakit perlu dibentuk kekebalannya. Yang bisa dikebalkan hanya untuk penyakit yang tergolong infeksi. Karena alasan kefatalan dan potensi mewabahnya suatu penyakit masuk program imunisasi,. Diphteria, pertussis (batuk rejan) dan tetanus (DPT) sama ganasnya dengan polio yang bisa menyisakan kecacatan yang tak mungkin terkoreksi dan TBC sendiri merongrong tumbuh kembang anak.

Hepatitis B bisa berkembang menahun dan atau berubah tabiat merusak hati, menjadi bom waktu penghambat hari depan anak. Jika anak kurang gizi, campak acap mematikan. Anak perempuan yang positif campak jerman, kelak bila hamil berisiko melahirkan anak cacat. Cacar air, tifus, terlebih radang otak, selain buruk komplikasinya, berpotensi merenggut nyawa pula.

Anak lagi sakit jangan divaksinasi, karena bisa bermasalah. Lumpuh sehabis disuntik polio (vaksin Salk zaman dulu) terjadi karena mungkin dilakukan pada saat anak sedang dalam masak inkubasi polio. Trauma begini yang bikin orang tua kini kapok anaknya diimunisasi.

Sekarang dipakai vaksin sabin (tetes ke mulut). Bukan vaksinnya yang bikin lumpuh melainkan stresor suntikannya. Selain suntikan, anak bisa juga lumpuh sehabis cabut gigi, operasi amandel atau stres fisik lain apabila itu dilakukan saat anak dalam masa tunas polio. tahunya anak sedang menjelang polio hanya dari munculnya demam. tapi anak tidak autisme karena vaksinasi (MMR), seperti dikira banyak orang.

Tidak semua imunisasi berhasil mengebalkan tubuh. Selain jadwalnya perlu dipatuhi, vaksinnya harus masih poten. Sebagian vaksin bersifat virus atau kuman masih separuh hidup (attenuated). Agar vaksin ini tetap poten, distribusi, penyimpanan, transportasinya memerlukan pengaturan sistem pendingin (cold chain). jika cold chain tidak dipenuhi, vaksin menjadi tidak lagi poten.

Selain kemungkinan vaksinasi gagal, imunisasi bisa juga berbuah komplikasi. Paling sering bisul kelenjar akibat BCG sebagai anti-TBC. atau sehabis DPT anak panas tinggi. Mengapa ? Sebab vaksinasi berarti sengaja memasukan bibit penyakit ke dalam tubuh supaya tubuh terpici memproduksi zat antinya. Namun kendati dimasukkan bibir penyakit, anak tidak sampai sakit, melainkan malah jadi kebal terhadapnya. Sebab bibit penyakit sudah dibikin loyo. Maka, pastikan anak betul-betul bugar dan tidak sedang sakit sewaktu hendak menerima vaksinasi.

Kendati sudah lengkap imunisasi, belum jaminan anak tidak bakalan sakit. Bila zat anti dalam tubuh anak gagal terbentuk atau terbentuk tidak sempurna, anak bisa jatuh sakit juga. Namun sakitnya lebih enteng dibanding bila tidak diimunisasi sama sekali.

Ihwal vaksinasi polio, di negara yang sanitasinya masih jelek seperti kita, rata-rata anak-anaknya sudah kebal alami terhadap polio setelah berumur 7 tahun. Tidak demikian halnya dinegara yang sudah bersih. vaksinasi polio masih perlu diberikan sampai usia remaja.

Kekebalan buatan vaksinasi ada umurnya. Maka selain untuk membangun yang dasar, imunisasi perlu diulang berkala. Masing-masing penyakit berbeda-beda jadwal pemberiannya. Seiring dengan kekebalan alami yang dibawa bayi dari kandungan ibunya, imunisasi sudah secara baku terjadwal pula.

Semoga artikel Pentingnya Imunisasi Bagi Bayi ini bermanfaat untuk anda ^_^

Pentingnya Imunisasi Bagi Bayi | Omdimas | 4.5