Loading...

Sudahkah Bayi Anda Sehat ?

By Friday, February 3rd, 2012 Kategori : Keluarga & Anak
Loading...

Sudahkah Bayi Anda Sehat – Kekeliruan orangtua zaman sekarang paling sering, dan orang mulai sadar kalau itu tidak betul, ialah kecenderungan sikap mencetak anak jadi gemuk. Padahal, hanya mitos kalau anak yang montok itu dikategorikan anak yang tergolong sehat.

Padahal, membiarkan anak bertumbuh jadi gemuk berarti memberi anak sekian jenis penyakit di sepanjang hari depannya kelak. Dalam tubuh yang gemuk tersimpan benih penyakit jantung, stroke, kencing manis, dan darahnya kelebihan lemak. Maka, konsepsi membuat anak tidak gemuk, tidak pula kurus, yang sebaiknya diemban semua orangtua.

Proyek menumbuhkan anak sudah berlangsung sejak ia dalam kandungan ibu. Bagaimana sikap ibu terhadap pilihan menu dan menakar porsi makannya, tahu pula mana yang perlu ditambah, dan apa saja yang harus dikurangi. Bukan saja agar bayi di kandungan cukup ideal beratnya, melainkan juga agar tidak kekurangan barang satu pun zat gizi yang dibutuhkan tubuhnya. Maka, selain memadai porsi makan ibu hamil, lengkap pula keanekaragaman menunya.

Ideal kalau bayi lahir sekitar 3 kilogram, dan panjang 50 cm. Untuk itu kenaikan berat badan ibu sewaktu hamil tua tidak lebih dari 12 kg, atau kurang dari 8 kg. Sekarang dipandang perlu untuk mengatur agar bayi tidak terlampau besar agar memudahkan dan melancarkan persalinan. Ibu hamil yang kelewat rakus perlu direm, dengan mengurangi menu berkarbohidrat, sambil membiarkan tetap porsi lauk-pauknya.

Bertumbuh berarti sel-sel bertambah banyak selain bertambah besar. Ini berlangsung di semua organ dan jaringan tubuh. Untuk itu selain zat gizi, perlu hormon dan faktor pertumbuhan. Untuk bertumbuh sendiri terutama membutuhkan protein, kalsium, dan seng (Zn).

Laju pertumbuhan bayi dipengaruhi oleh konsumsi susunya. Air susu ibu paling pas menumbuhkan bayi. Bila normal minum susunya, pada umur 5 bulan berat bayi mencapai dua kali berat badan lahir, tiga kali berat badan pada umur setahun. Selanjutnya bertambah sekitar 2 kg setiap tahunnya. Untuk mengetahui apakah sudah ideal berat badan si buah hati dapat digunakan formula 8 + (2x umur) kg.

Dalam hal tinggi badan, bayi berumur setahun menjadi satu setengah kali panjang badan lahirnya, pada umur 4 tahun dua kali panjang lahir, pada umur 6 tahun satu setengah kali tinggi umur setahun, pada umur 13 tahun tiga kali panjang lahir, dan tinggi badan anak waktu dewasa diperkirakan dua kali tinggi waktu berumur 2 tahun. Setelah anak berumur 3 tahun, dapat dipakai formula 80 + (5x umur) cm.

Laju pertambahan berat badan maupun tinggi badan anak sangat ditentukan oleh seberapa cukup pasokan protein dan kalsium dalam menu hariannya. Barang tentu tumbuh setiap anak berbeda sesuai dengan faktor keturunan yang diwarisinya, serta lingkungan yang ikut memengaruhinya.

Anak yang berbakat tinggi tapi kurang gizi, bakatnya tidak bakal berkembang sempurna. Sebaliknya, yang bakatnya tidak tinggi, peranan faktor gizi, ditambah latihan jasmani dan terbebas dari ancaman berbagai penyakit, bisa membuatnya lebih tinggi dari yang diwarisi bakatnya. Semakin sering anak terinfeksi sepanjang proses bertumbuhnya, semakin terhambat laju pertumbuhannya. Cacingan, sering flu, diare, merongrong proses pertumbuhan anak.

Pertumbuhan anak sebuah proses, Selain berbeda dari anak ke anak, masing-masing periode bertumbuh pun tidak sama lajunya. Triwulan pertama baru lahir paling laju pertumbuhannya. Berangsur-angsur berkurang dengan bertambahnya umur. Melaju kembali pada masa pubertas.

Untuk menilai apakah pertumbuhan anak berjalan normal, perlu diikuti pertambahan berat badannya dari waktu ke waktu. Kita membutuhkan peta pertumbuhan (growth chart). Sambil mencatat pertambahan berat badannya sekurang – kurangnya sebulan sekali, dari kartu menuju sehat (KMS), kita bisa membaca apakah
pertumbuhan buah hati kita masihkah di jalur yang ideal.

Selama pertambahan berat badan anak berjalan sesuai jalur normal dalam KMS, berarti anak bertumbuh sesuai dengan laju pertumbuhan idealnya. Pertumbuhan anak yang melampaui jalur idealnya harus dibatasi asupan kalorinya, agar tidak terus bertambah gembrot. Sebaliknya, pertambahan berat badan anak yang di bawah jalur pertumbuhan idealnya, perlu nasihat gizi, selain ekstra pemberian makanan tambahan.

Berat dan tinggi badan ideal saja belum jaminan normalnya anak bertumbuh. Mengapa? Karena belum tentu semua kecukupan zat gizinya terpenuhi bila menu harian anak tidak lengkap. Kurang sayur-mayur, dan buah menjadikan tubuh anak kekurangan vitamin dan mineral. Kita tahu ada jenis vitamin dan mineral esensial yang tidak bisa dibuat oleh tubuh, dan harus berasal dari menu harian.

Kekurangan vitamin dan mineral mengganggu pertumbuhan organ-organ juga, termasuk pertumbuhan tulang-tulang dan gigi. Kita tahu untuk fondasi tulang-belulang sudah harus terbentuk sejak bayi dan selesai sebelum masa pubertas. Untuk itu tak ada kesempatan kedua agar kelak tulang anak tidak keropos (osteoporosis).

Bertumbuh normal itu bila memadai untuk struktur tubuhnya dan memadai pula pertumbuhan ginjal, jantung, paru-paru, hati, limpa, usus, dan semua organ dalam tubuhnya sebagai sebuah kesatuan mesin tubuh.

Loading...
Sudahkah Bayi Anda Sehat ? | Omdimas | 4.5